Ketika bepergian dengan pesawat -entah itu low-cost, penerbangan domestik,internasional apa pun namanya- kamu akan bertemu perempuan berseragam dan menyambutmu dengan senyum..

Kamu tidak pernah tahu:
Mereka dilatih masuk hutan & brenang di laut untuk menolongmu dalam kondisi terburuk.

Kamu tidak pernah tahu:
mereka membagikan makanan untuk kamu,setelah itu baru dia makan untuk dirinya.

Kamu tidak pernah tahu:
untuk cabin crew yg muslim, Mereka lebih sering tayamum daripada wudhu. Mereka shalat dengan duduk di jump seatnya seolah baru sakit. Mereka shalat tak tentu waktu karena mereka berpindah2 sangat cepat. Mereka shalat tak tentu arah ka’bah. Inilah keterbatasanku dalam pencarian nafkahku. Bahkan antara aku & Sang Penciptaku.

Kamu tidak pernah tahu:
saat pesawat panas karna AC error mereka juga kepanasan bukan hanya kamu. Jadi berhentilah menggerutu pada mereka

kamu tidak pernah tahu:
mereka hari ini sudah menjalani 6x flight yang delay dengan penumpang yang menggerutu dan tetap harus tersenyum. Senyumlah senjatanya

Kamu tidak pernah tahu :
macam” penumpang yang naik d pesawat. Dari pejabat sampai tukang sol sepatu.. Dari yang diam,berisik sampai yang jahil sekalipun dia harus menegur dengan senyum & sopan.

Kamu tidak pernah tahu :
berapa kali mereka di goda penumpang dalam sehari. Dari anak muda bau kencur sampai orang tua bau tanah & mereka harus tetap berlaku ramah,menghindar dengan halus walau hasrat hati ingin melempar sepatu ke mukanya.

Kamu juga tidak tahu :
mereka bisa mengatasi penyakit jantung,asma,dll membantu persalinan, mengoperasikan emergency equipment, Mengatasi teroris, Menjinakkan bom dll karena di pesawat cuma mereka yang bisa kalian andalkan maka pelatihan extra di berikan pada mereka.

Kamu juga tidak tahu:
Mereka berdoa supaya semua lancar selama penerbangan, agar mereka juga bisa pulang dengan selamat.

Kadang kamu melihat mereka tersenyum sejak take-off sampai landing,
Dan kamu tidak tahu,
Jauh di dalam hatinya, mereka menangis rindu keluarga &
Memikirkan ayah bundanya yg smakin menua..

Kadang kamu melihat mereka dengan barang bermerek,
Padahal mereka berbelanja karena berusaha melupakan segala rasa kangen untuk pulang ke rumah karena terhalang tugas.

Kadang kamu lihat mereka berjalan tergesa-gesa di pintu terminal,
Yang kamu tidak tahu: mereka ingin harinya cepat berlalu, segera besok, dan hari selanjutnya, menjadikan sehari lebih dekat dengan cuti tahunan mereka. Ini melelahkan & menjemukan jauh dr keluarga.

Kadang kamu lihat mereka duduk di jump seat, ketika selesai service, mereka tidak juga memejamkan matanya.
Kamu tidak tahu: mereka sangat mengantuk, sampai mereka bisa tidur tanpa harus memejamkan mata. Mereka menjalani flight pagi buta bahkan ayam pun belum berkokok. Ataupun flight tengah malam barengan sama kuntilanak cari makan.

Kadang kamu protes karena tidak ada pilihan untuk makan siangmu,
Kamu tidak pernah tahu: mereka pun ingin memenuhi keinginanmu, tapi mereka tidak mampu berbuat apa-apa. Karna tak semua ada di sini.. Ini pesawat bukan hotel berbintang.. Mereka front liner yg kena omelan kalian.

Kadang kamu minta mereka membawakan tentenganmu ke bagasi di atas tempat duduk,
Kamu tidak tahu: mereka tidak diijinkan melakukannya. di samping itu mereka cewek. Gimana kalau semua penumpang meminta hal yang sama?
Maaf, Mereka pramugari bukan kuli.

Dan kamu tidak pernah tahu,

Mereka sangat berharap ada di posisi sepertimu:
Berpergian dengan keluarga,
Duduk di samping orang yang disayang,

duduk bersebelahan dengan kekasih untuk berangkat liburan,

naik pesawat untuk pulang mudik lebaran,natal dan sebagainya,karena mereka tak seberuntung kamu,

Ketika mereka melihat ke luar pesawat,
Mereka ingin tahu apa yang terjadi di luar sana. Karena 70% waktunya di habiskan dalam burung besi itu.

Bukan hanya paras cantik ,smart & body bagus ataupun salary tinggi. Breakfast di medan,lunch di singapur, numpang pipis di denpasar. Dinner di makassar dan tidur di sydney.
Ini tentang hati, Ini tentang social time yg terenggut, Ini tentang profesionalitas!!
Tersenyum atas nama profesionalitas, Mau tulus atau palsu,itulah kewajiban mereka.

Advertisements